Penggunaan Inhaler Pada Pasien dengan Penyakit Asthma

Peneliti telah menemukan bahwa penderita asma mungkin tidak perlu menggunakan inhaler mereka setiap hari. Menurut sebuah laporan UCSF, penderita asma yang menggunakan inhaler mereka setiap hari tidak lebih baik daripada penderita asma yang menggunakan inhaler mereka hanya jika mereka memiliki gejala.

Pemikiran umum di kalangan medis mengatakan bahwa penderita asma ringan sebaiknya menggunakan inhaler mereka setiap hari untuk mengatasi peradangan saluran napas. Namun, para peneliti mengatakan bahwa ada cara perawatan asma ringan yang lebih baik, lebih personal.

Pengobatan harian dengan kortikosteroid inhalasi telah menjadi pengobatan terbaik untuk asma persisten ringan,

kata penulis senior Homer Boushey, seorang profesor kedokteran UCSF, mengatakan bahwa.

“Orang sepertinya tidak menyukai perawatan jenis ini setiap hari, hanya sepertiga resep inhaler yang diperbarui sekali pun,” kata Boushey. “Jadi, kami bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika asma ringan mereka sudah dikontrol dengan baik setiap hari. Pengobatan dengan kortikosteroid inhalasi, bukan obat yang biasanya albuterol untuk menghilangkan gejala.

Penelitian yang digadang gadang sebagai Best Adjustment Strategy for Asma in the Longer Term (BASALT), dilakukan oleh Jaringan Penelitian Klinis Asma. Penelitian ini memeriksa 342 orang dewasa dengan asma ringan sampai sedang.

Studi ini memisahkan penderita asma menjadi tiga kelompok perlakuan yang berbeda yakni:

  1. Penyesuaian pengobatan dilakukan setiap enam minggu oleh dokter,
  2. penyesuaian pengobatan dilakukan setiap enam minggu berdasarkan peradangan gelombang udara dan
  3. penyesuaian pengobatan yang dilakukan oleh peserta berdasarkan gejala sehari-hari mereka.

Dengan menggunakan pembagian ini, Para peneliti menemukan bahwa tingkat keparahan gejala tidak berbeda secara signifikan di antara ketiga kelompok perlakuan.

“Tujuan penelitian kami adalah untuk membandingkan pendekatan yang berbeda untuk menyesuaikan pengobatan kortikosteroid inhalasi dengan frekuensi dan tingkat keparahan serangan asma dan kualitas hidup,” kata Boushey. “Ini bukan terobosan pengobatan tapi mungkin lebih ke membuka pintu pendekatan pengobatan baru, dan pasti akan dipertimbangkan oleh para ahli untuk panduan pengobatan asma NIH.

Para periset percaya bahwa metode pengobatan yang lebih khusus pada personal dapat menyelamatkan nyawa mereka dalam kehidupan mereka.

About the author: FauziTMG

Suka Belajar dan Berbagi dengan Dunia

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *